Kamis, 28 November 2013


Gerakan Pelajar Cinta Sungai Bersih (GPCSB): Edisi Kota Bandung


Bandung, 30 Oktober 2013

Gerakan Pelajar Cinta Sungai Bersih (GPCSB) yang dilaksanakan serentak di 9 Kota/Kab di Jawa Barat, dimana salah satunya diselenggarakan di  Kota Bandung. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memperingati Hari Sungai Nasional yang jatuh pada setiap tanggal 27 Juni. diikuti oleh 350 siswa-siswi dari 4 sekolah di Kota Bandung, yaitu SMA 23 Bandung, SMA Plus Al-Ghifari Bandung, SMK 6 Bandung dan SMK Igasar. Lokasi yang digunakan untuk kegiatan adalah Sungai Cipamokolon, Rancasari, Kota Bandung sepanjang 700 meter yang terbagi ke dalam 4 bagian yg dibersihkan oleh masing-masing sekolah.
Event Menggunakan pendekatan nol sampah; yaitu
Event menggunakan pendekatan nol sampah; yaitu sampah dicegah agar tak banyak yang masuk TPA baik saat pra-event (perencanaan). Maupun ketika event berlangsung dengan cara menempatkan spot-spot pengorganisasian sampah agar peserta mau memilah sampah sesuai jenisnya.
GPCSB Kota Bandung berbeda dari kota/kab lainnya, karena GPCSB  yang dilaksanakan di Kota Bandung dibuka oleh Wakil Gubernur  Jawa Barat, Deddy Mizwar. Dalam sambutannya Deddy mengatakan besar harapannya bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya dilaksanakan karena memperingati Hari Sungai Nasional saja, tetapi dapat berjalan secara rutin minimal 1 minggu sekali atau 1 bulan sekali, dimana seluruh lapisan masyarakat pun ikut berpartisipasi. Selain itu mengingat jumlah sungai yang ada di Jawa Barat sebanyak 3502 sungai yang sebagian besar sungainya sudah terkontaminasi bahan-bahan limbah rumah tangga maupun limbah industri.



Maka sudah seharusnya kita menjaga dan melestarikan sungai-sungai yang ada di Jawa Barat. Karena sungai merupakan awal dimulainya peradaban manusia, maka ketika keadaan sungai sudah tidak semestinya dapat saja dikatakan itu sebagai kemunduran peradaban manusia. Karena sungai adalah sumber kehidupan marilah kita sayangi dan cintai sungai kita.
“Sungai Bersih, Hidup Berseri J (Puji Damayanti)

Selasa, 05 November 2013

Dari mereka kami belajar arti kehidupan :)

Praktek Profesi Mahasiswa atau yang biasa disingkat (PPM) menjadi salah satu kegiatan perkuliahan yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa semester 6 guna memenuhi syarat perkuliahan. Setiap mahasiswa di bagi kelompok oleh jurusannya masing-masing,PPM ini dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari terhitung dari tanggal 18 Juni - 18 Juli. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bekerja bagi mahasiswa agar dapat mengenal dunia kerja baik di lingkungan pemerintahan maupun swasta. Selain itu juga dapat mengimplemetasikan ilmu-ilmu yang didapat selama perkuliahan. Kebetulan saat itu di jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dibagi kedalam 5 kelompok, saya ditempatkan di kelompok 1 bersama kawan-kawan saya, yaitu Aab Abdul Fatah, Arif Muhamad Farhan, Ghina Apriyanti, Irwan Anwarudin Munir dan saya Puji Damayanti Pahlar, dengan dua dosen pembimbing yaitu Dr. H. Agus Safei, M.Ag dan  Drs. Anasis, M.Ag. Kami memilih melaksanakan PPM ini di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang beralamatkan di Jl. Raya Cibabat No 331, Cimahi karena kami rasa teori-teori yang dipelajari selama perkuliahan dapat kami aplikasikan di lembaga pemerintahan ini, misalnya saja mata kuliah Pelayanan dan Pekerjaan Sosial, Kesejahteraan Sosial, dan Pengembangan Masyarakat Islam. 
Kami ditempatkan di dua balai dari 9 Balai yang ada di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, yaitu Balai Pelatihan Pekerja Sosial ( BPPS ) dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat ( BRSPC) . Gina dan Irwan ditempatkan di BPPS, sementara saya, Aab dan Arif ditempatkan di BRSPC. Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman khususnya mengenai kegiatan PPM yang dilaksanakan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat ( BRSPC).

Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat adalah salah satu UPTD di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. BRSPC sebagai tempat Rehabilitasi sosial dilakanakan dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kemandirian dalam melaksanakan fungsi sosialnya di dalam kehidupan masyarakat. Ini adalah bagian dari pemberdayaan sosial khususnya dalam bidang pemberdayaan penyandang cacat dan tuna rungi wicara agar mampu mandiri dan bersaing dengan masyarakat luas. 
saat ini BRSPC dihuni oleh 100 siswa laki-laki penyandang cacat tubuh dan tuna rungu wicara yang menjadi perwakilan dari tiap daerah di Jawa Barat, mereka ( baca: anak-anak difable/penyandang cacat) di didik selama 8 bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, para difable ini mendapatkan keterampilan, yang meliputi keterampilan inti dan keterampilan eksul.
* Keterampilan Inti, meliputi :
   1. Keterampilan Handycraft
   2. Keterampilan Menjahit
   3. Keterampilan MOntir
   4. Keterampilan Elektro
* Keterampilan Ekskul, meliputi :
   1. Keterampilan Olah Pangan
   2. Keterampilan Sablon
   3. Keterampilan Pengolahan Batu Mulya
   4. Keteampilan Tata Rias/ Salon
   5. Keterampilan Massase/pemijatan
   6. Holtikultura

awal kami dapat beriteraksi langsung dengan siswa-siswa di BRSPC kami memasuki kelas Handycraft, dimana dikelas ini diajarkan bagaimana membuat kerajinan-kerajinan tangan dari bahan-bahan daur ulang seperti plastik-plastik yang sudah tidak terpakai, bungkus kopi, bungkus deterjen, dan mereka pun diajarkan menyulam dari benang wol, Instrukturnya adalah Bu Iom. Hal menarik dan luar biasa yang saya temui dikelas ini adalah ketika saya bertemu dan mengobrol ringan dengan Ari salah satu siswa di kelas Handycraft yang berasal dari Majalaya,  ditengah kekurangan fisiknya yang tidak sempuran yaitu tangannya mengecil dan tidak tumbuh seperti kebanyakan manusia normal,  ini disebabkan karena  ia mengalami demam tinggi  waktu kecil sehingga pertumbuhan tangannya tidak sama dan mengecil. Ari berumur sama dengan saya hanya berbeda satu tahun saja, tapi ia memanggil saya dengan sebutan kaka :), Ari ini pintar menyulam, saat itu dikelas sedang diajarkan bagaimana caranya membuat taplak dari benang wol dan potongan sedotan, dan kalian tahu ? Ari melakukan dan membuat taplak itu, tapi Subhanalloh ia melakukan semuanya menggunakan kedua kakinya, ia sematkan jarum diantara jari-jari kakiknya lalu memasukkan  benang dan potongan sedotan serta menarik sisa benangnya dengan kedua tangannya. Selain itu Ari pun sangat gemar bermain bola, dan ia merupakan kapten di tim bola Azalia.
Ari ( tengah, berkaus hitam dan bertopi)

lalu di Kelas Menjahit ada Denny Sandika dari Cianjur, ia adalah seorang tuna rungu wicara ( tidak dapat berbicara dan mendengar), Denny termasuk siswa yang rajin , cepat menerima pelajaran dan hasil jahitannya sangat rapih dibandingkan siswa-siswa lainnya, hasil jahitan Denny selalu menjadi contoh bagi teman-teman yang lainnya :) Subhanalloh ..



















Selain itu ada Agus, cowo putih berambut agak ikal, kedua tangan dan kakinya di amputasi sehingga mengharuskan ia menggunakan kaki palsu, Agus adalah seorang yang pantang menyerah dan punya semangat tinggi , Agus sama seperti Ari sangat gemar bermain bola, dan saat pertandingan 17 agustusan diadakan pertandingan futsal antar wisma, Agus menjadi seorang yang mencetak gol bagi timnya Wisma Gladiul, ia bermain bola tanpa menggunakan kaki palsu, sungguh manusia hebat yang alloh ciptakan ditengah kekurangan yang dia miliki :') selain itu Agus juga pintar bercocok tanam, dan ia mengambil ekstrakulikuler Hortikultura.
  
Agus, berbaju biru. (kegiatan Hortikultura)
Saeful mempresentasikan hasil Forum Discussion Group ( FGD) [25-06-2013]
Ini adalah Saeful, siswa Handycraft yang berasal dari Bogor. Ia adalah imam solat bagi kawan-kawannya di BRSPC, bacaan Al-Qurannya bagus dan tartil bahkan saya pun kalah, yaa itulah keagungan Alloh SWT selalu menyematkan kelebihan diantara kekurangan seseorang. 








Kegiatan Rutin setiap Hari Kamis, Yaasiinan, pemandu acara dan pembaca quran dilakukan secara bergiliran ke setiap wisma.
Selain itu setiap hari Jumat dilaksanakan kelas musik, bagi para siswa difable mereka menyanyi lagu-lagu yang mereka sukai, sementara untuk siswa tunarungu mereka menari mengikuti intrusksi dari instrukur. 
 
Ini adalah Yopi dan Ray yang paling jago breakdance, keren abiss :D ada diki, wawan juga rahayu yang jago ngedance juga  mereka ini adalah tunarungu tapi talentanya luar biasaa, subhanalloh, ayo mau belajar dance bisa belajar sama mereka ^6^
 
 

Foto Bersama Siswa-siwa BRSPC, Peksos dan Mahasiswa PMI 2010 usai pertandingan Futsal dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan dan Hari Kemerdekaan RI ke 68

" bahwa hidup itu harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki, karena dibalik kekurangan ada kelebihan dan dibalik kesulitan ada segudang kemudahan :)
Jangan pernah memandang seseorang hanya dari tampilan fisiknya saja, karena dibalik kekurangan fisik mereka terdapat sejuta talenta yang Alloh berikan , semangat terus belajar, optimis, sabar dan ikhlas adalah kunci kehidupan yang harus kita pegang erat, betapa diri ini kecil dihadapan-Nya, sebagai hambanya kita hanya bisa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta  terus memperbaiki diri bahwa untuk hidup menjadi sukses tidak kita dapatkan secara cuma-cuma.
Selalu Tersenyum dan berikan energi positif bagi sekeliling, hidup indah bila kita bersyukur atas apa yang kita miliki dan tebar kasih sayang di Galaksi Bima Sakti :) "


=== Dari mereka kami belajar arti kehidupan ===


Minggu, 03 November 2013

KEWIRAUSAHAAN

Entrepreneur Goverment
Kewirausahaan pemerintahan adalah usaha yang bergerak di pemerintahan, adapun fokus-fokus kewirausahaannya adalah :
Ø  Menciptakan gerakan nasional wirausaha
Ø  Membentuk Dewan Kewirausahaan Nasional (DKN)
Ø  Pemerintah menyisihkan sebagian budget pendidikan umum untuk membangun budaya dan kecakapan wirausaha.
Entrepreneur Education
Kewirausahaan pendidikan bergerak dibidang pendidikan yang
Ø  Integrasikan Pembelajaran Entrepreneurship dalam kurikulum nasional
Ø  Kembangkan Entrepreneurship Centre di kampus-kampus terkemuka untuk pendidikan Entrepreneurship bagi warga kampus dan masyarakat serta memberdayakan lulusan untuk menjadi Entrepreneur.
Entrepreneur Business
Ø  Menjadi Mentor untuk entrepreneur baru
Ø  Menyediakan fasilitas kredit dan modal Ventura
Ø  Mendorong Perusahaan-perusahaan Nasional / BUMN untuk membangun Entrepreneurship Centre untuk melatih karyawan sendiri maupun pihak luar.
Entrepreneur Social
Ø  Motivator
Ø  Moral
Ø  Ethic dan Ethos

2.      Konsep Treeple Helix terdiri dari tiga elemen dasar:
a.     Peran yang lebih menonjol untuk universitas dalam inovasi, sejajar dengan industri dan pemerintah dalam masyarakat berbasis pengetahuan,
b.      Gerakan menuju hubungan kolaboratif antara tiga bidang kelembagaan utama, di mana kebijakan inovasi semakin hasil interaksi daripada resep dari pemerintah,
c.       Selain memenuhi fungsi tradisional mereka, masing-masing lingkup kelembagaan juga "mengambil peran yang lain" peran baru tampil serta fungsi tradisional mereka. Lembaga mengambil peran non-tradisional dipandang sebagai sumber potensial utama inovasi dalam inovasi.

3.           
-       Creative
Creative atau kreatif adalah ide cemerlang atau kemampuan melihat peluang dengan cerdik sehingga selalu ada jalan untuk usahanya. Seorang pengusaha harus kreatif dalam melihat setiap peluang yang ada, dimana sebuah ke kreatifan dapat menghasilkan tidak hanya dari segi material saja tetapi ada rasa bangga terhadap hasil ke”kreatifan” kita sebagai seorang pengusaha.
-       Believe ( Percaya )
Believe atau dalam Bahasa Indonesia disebut dengan percaya. Seorang pengusaha (entrepreneur) harus memiliki sebuah kepercayaan. Kepercayaan yang pertama adalah kepercayaan terhadap dirinya sendiri ( percaya diri ) bahwa ia mampu menjadi pengusaha yang sukses dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Kepercayaan yang kedua adalah kepercayaan dari para konsumen bahwa produk/jasa yang kita tawarkan berkualitas dan terpercaya.
Kedua kepercayaan ini penting adanya dan harus dimiliki oleh setiap pengusaha.
-       Grateful
            Rasa puas atau berterimakasih. Seorang pengusaha harus juga memiliki sifat       ini karena apa yang kita dapatkan dan kita kerjakan harus memiliki rasa terimakasih terhadap Sang Maha Pencipta dan Maha Pemberi segalanya.

4.      Hal-hal yang harus dilakukan agar kita memiliki kemampuan
a.       Building Relations ( Membangun Relasi ) adalah membuka diri dalam artian kita harus mampu terbuka terhadap banyak orang guna membangun relasi, lebih spesifiknya adalah kita harus menjadi orang yang supel, menambah banyak teman, dan saling bertukar pengalaman seputar kewirausahaan. Saat ini media social sudah berkembang dengan baik, ini adalah salah satu cara kita membangun relasi ( building relations) dengan banyak orang yaitu melalui situs pertemanan, seperti facebook,twitter. Serta banyak bergaul denga orang-orang sukses dari semua kalangan.
b.      Listening Skill ( Kemampuan Mendengarkan) hal ini adalah cara yang teramat sulit ditanamkan dalam diri manusia, karena kebanyakan dari manusia adalah tidak mau untuk mendengarkan orang lain tetapi lebih kepada membicarakan orang lain. Kemampuan mendengarakan dimaksudkan agar kita sebagai seorang pengusaha mampu memahami dan mengerti konsumen lewat kedekatan emosional, yaitu dengan memdengarkan apa-apa saja yang dibutuhkan konsumen sehingga kita dapat memenuhinya. Pepatah mengatakan : banyak orang mampu bicara dengan hebat, tapi sedikit orang yang mampu mendengarkan orang lain.
Untuk memiliki kemampuan ini adalah kita memahami dulu diri sendiri artinya mau berdamai dengan diri sendiri dalam setiap masalah ataupun langkah-langkah yang dituju guna usaha yang kita jalani berjalan lancar. Ketika seseorang mampu memahami dirinya sendiri maka akan dengan mudah ia memahami orang lain (konsumen).
c.       Public Speaking ( Kemampuan berbicara di depan umum )
Kemampuan berbicara di depan umum adalah kemampuan yang sudah semestinya dimiliki oleh setiap orang tidak hanya oleh seorang entrepreneur saja. Kemampuan ini menandakan sejauh mana kita mampu berkomunikasi dengan masyarakat, sehingga kemampuan-kemampuan lainnya yang sudah disebutkan diatas terlatih juga. Kecerdasan seseorang juga terlihat dari sejauh mana ia mampu berbicara di depan umum. Public Speaking dapat kita miliki dengan cara terus berlatih kemampuan berbicara kita di depan umum. Seorang pengusaha harus mampu memanfaatkan peluang yang ada begitu juga ketika peluang itu ada maka kita dapan ber- public speaking sehingga orang memberikan kepercayaan kepada kita.
d.      Presentation Skill ( Kemampuan Menerangkan )
Ini wajib dimiliki oleh seorang entrepreneur, sebab apabila kita tidak memiliki kemampuan menerangkan ( presentation skill ) bagaimana kita dapat menerangkan produk/jasa kita kepada khalayak ramai. Kemampuan ini berkaitan erat dengan publik speaking.
- Communication Skill ( Kemampuan berkomunikasi ) 
kemampuan komunikasi adalah kecakapan atau kesanggupan penyampaian pesan, gagasan, atau pikiran kepada orang lain dengan tujuan orang lain tersebut  memahami apa  yang dimaksudkan dengan baik, secara langsung lisan atau tidak langsung. Dikaitakan denga process selling ( proses penjualan ) ini tentu saja sangat berkaitan, dalam proses penjualan ( process selling ) kemampuan berkomunikasi ditujukan kepada masyarakat (konsumen ) guna menjelaskan pesan apa dan apa yang kita jual.
5.                                         

-       Organization skills ( POAC ) ( Keterampilan Organisasi )
     Keterampilan Organisasi adalah strategi yang digunakan untuk mengatur diri sendiri. keterampilan organisasi sangat penting di tempat kerja dan merupakan kunci untuk mendapatkan maju dalam dunia bisnis. Beberapa kategori termasuk self-organisasi, perlengkapan dan organisasi penyimpanan, organisasi desktop dan tugas / proyek organisasi. Dalam dunia bisnis, keterampilan organisasi yang sangat berharga bagi  majikan. Karyawan yang menunjukkan kemampuan organisasi yang baik menyelesaikan  sesuatu tepat waktu, dapat bergantung pada oleh atasan mereka dan akan mengesankan orang lain dengan keahlian mereka. Ada alat organisasi yang tersedia untuk membantu karyawan menjadi, dan tetap, terorganisir. Alat   organisasi termasuk lemari arsip, baki kertas dan perencana sehari-hari.

-       Leadership ( Kepemimpinan )
Kepemimpinan atau leadership adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang lain agar bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya. Dengan demikian kepemimpinan memegang peranan yang sangat penting dalam manajemen, bahkan dapat dinyatakan, kepemimpinan adalah inti dari managemen.
Seorang entrepreneur haruslah memiliki jiwa leadership atau kepemimpinan. Ini diperlukan guna menunjang kewirausahaan yang kita lakukan. Hal yang pertama adalah menerapkan  kepemimpinan terhadap diri sendiri, seperti disiplin, bertanggungjawab, dan tepat waktu. Yang kedua adalah memimpin sebuah tim dalam sebuah pekerjaan guna mencapai tujuan yang diinginkan.
-       Logic
Berpikir logis adalah cara berpikir dengan menggunakan penalaran atas apa yang salah dan benar dengan alur, pola, atau patokan tertentu. Logika dapat juga diartikan sebagai ketepatan berpikir saat akan melakukan sebuah tindakan.
-       Effort ( ketekunan )
Ketekunan dalam berwirausaha adalah kunci kita untuk maju dan sukses. Dikaitkan dengan process selling ( proses penjualan ) adalah ketekunan kita memperkenalkan produk, jasa, ide kita kepada khalayak ramai agar orang tertarik dengan apa yang kita jalani. Karena sebuah proses adalah pengalaman yang sangat berharga.
-       Ethics ( Etika )
Etika (ethics) adalah kode prinsip dan nilai moral yang membangun perilaku seseorang atau sebuah kelompok yang berhubungan dengan benar dan salah. Dalam entrepeneur pun sangat diperlukan etika dalam menjaga hubungan baik antara sesama pengusaha / wirausaha. Etika berbisnis haruslah dipegang erat oleh setiap insan pengusaha agar keberlangsungan hidup dapat berjalan dengan tertib dan tentram, aman sejahtera.
-       Group Skills ( Kemampuan bekerja tim )
Setiap pengusaha harus juga memiliki kemampuan bekerja dalam sebuah tim sebab tidak dipungkiri bahwa manusia itu adalah mahluk sosial yang membutuhkan bantuan orang lain guna membantu kehidupannya. Begitu juga dalam wirausaha kita dituntut bekerja tim dengan baik agar kekompakan dan solidaritas dapat tercipta.


1.