Selasa, 05 November 2013

Dari mereka kami belajar arti kehidupan :)

Praktek Profesi Mahasiswa atau yang biasa disingkat (PPM) menjadi salah satu kegiatan perkuliahan yang wajib diikuti oleh semua mahasiswa semester 6 guna memenuhi syarat perkuliahan. Setiap mahasiswa di bagi kelompok oleh jurusannya masing-masing,PPM ini dilaksanakan selama kurang lebih 30 hari terhitung dari tanggal 18 Juni - 18 Juli. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengalaman bekerja bagi mahasiswa agar dapat mengenal dunia kerja baik di lingkungan pemerintahan maupun swasta. Selain itu juga dapat mengimplemetasikan ilmu-ilmu yang didapat selama perkuliahan. Kebetulan saat itu di jurusan Pengembangan Masyarakat Islam dibagi kedalam 5 kelompok, saya ditempatkan di kelompok 1 bersama kawan-kawan saya, yaitu Aab Abdul Fatah, Arif Muhamad Farhan, Ghina Apriyanti, Irwan Anwarudin Munir dan saya Puji Damayanti Pahlar, dengan dua dosen pembimbing yaitu Dr. H. Agus Safei, M.Ag dan  Drs. Anasis, M.Ag. Kami memilih melaksanakan PPM ini di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat yang beralamatkan di Jl. Raya Cibabat No 331, Cimahi karena kami rasa teori-teori yang dipelajari selama perkuliahan dapat kami aplikasikan di lembaga pemerintahan ini, misalnya saja mata kuliah Pelayanan dan Pekerjaan Sosial, Kesejahteraan Sosial, dan Pengembangan Masyarakat Islam. 
Kami ditempatkan di dua balai dari 9 Balai yang ada di lingkungan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, yaitu Balai Pelatihan Pekerja Sosial ( BPPS ) dan Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat ( BRSPC) . Gina dan Irwan ditempatkan di BPPS, sementara saya, Aab dan Arif ditempatkan di BRSPC. Pada kesempatan kali ini saya ingin sedikit berbagi pengalaman khususnya mengenai kegiatan PPM yang dilaksanakan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat ( BRSPC).

Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat adalah salah satu UPTD di Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat. BRSPC sebagai tempat Rehabilitasi sosial dilakanakan dalam upaya untuk meningkatkan dan mengembangkan kemandirian dalam melaksanakan fungsi sosialnya di dalam kehidupan masyarakat. Ini adalah bagian dari pemberdayaan sosial khususnya dalam bidang pemberdayaan penyandang cacat dan tuna rungi wicara agar mampu mandiri dan bersaing dengan masyarakat luas. 
saat ini BRSPC dihuni oleh 100 siswa laki-laki penyandang cacat tubuh dan tuna rungu wicara yang menjadi perwakilan dari tiap daerah di Jawa Barat, mereka ( baca: anak-anak difable/penyandang cacat) di didik selama 8 bulan di Balai Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat, para difable ini mendapatkan keterampilan, yang meliputi keterampilan inti dan keterampilan eksul.
* Keterampilan Inti, meliputi :
   1. Keterampilan Handycraft
   2. Keterampilan Menjahit
   3. Keterampilan MOntir
   4. Keterampilan Elektro
* Keterampilan Ekskul, meliputi :
   1. Keterampilan Olah Pangan
   2. Keterampilan Sablon
   3. Keterampilan Pengolahan Batu Mulya
   4. Keteampilan Tata Rias/ Salon
   5. Keterampilan Massase/pemijatan
   6. Holtikultura

awal kami dapat beriteraksi langsung dengan siswa-siswa di BRSPC kami memasuki kelas Handycraft, dimana dikelas ini diajarkan bagaimana membuat kerajinan-kerajinan tangan dari bahan-bahan daur ulang seperti plastik-plastik yang sudah tidak terpakai, bungkus kopi, bungkus deterjen, dan mereka pun diajarkan menyulam dari benang wol, Instrukturnya adalah Bu Iom. Hal menarik dan luar biasa yang saya temui dikelas ini adalah ketika saya bertemu dan mengobrol ringan dengan Ari salah satu siswa di kelas Handycraft yang berasal dari Majalaya,  ditengah kekurangan fisiknya yang tidak sempuran yaitu tangannya mengecil dan tidak tumbuh seperti kebanyakan manusia normal,  ini disebabkan karena  ia mengalami demam tinggi  waktu kecil sehingga pertumbuhan tangannya tidak sama dan mengecil. Ari berumur sama dengan saya hanya berbeda satu tahun saja, tapi ia memanggil saya dengan sebutan kaka :), Ari ini pintar menyulam, saat itu dikelas sedang diajarkan bagaimana caranya membuat taplak dari benang wol dan potongan sedotan, dan kalian tahu ? Ari melakukan dan membuat taplak itu, tapi Subhanalloh ia melakukan semuanya menggunakan kedua kakinya, ia sematkan jarum diantara jari-jari kakiknya lalu memasukkan  benang dan potongan sedotan serta menarik sisa benangnya dengan kedua tangannya. Selain itu Ari pun sangat gemar bermain bola, dan ia merupakan kapten di tim bola Azalia.
Ari ( tengah, berkaus hitam dan bertopi)

lalu di Kelas Menjahit ada Denny Sandika dari Cianjur, ia adalah seorang tuna rungu wicara ( tidak dapat berbicara dan mendengar), Denny termasuk siswa yang rajin , cepat menerima pelajaran dan hasil jahitannya sangat rapih dibandingkan siswa-siswa lainnya, hasil jahitan Denny selalu menjadi contoh bagi teman-teman yang lainnya :) Subhanalloh ..



















Selain itu ada Agus, cowo putih berambut agak ikal, kedua tangan dan kakinya di amputasi sehingga mengharuskan ia menggunakan kaki palsu, Agus adalah seorang yang pantang menyerah dan punya semangat tinggi , Agus sama seperti Ari sangat gemar bermain bola, dan saat pertandingan 17 agustusan diadakan pertandingan futsal antar wisma, Agus menjadi seorang yang mencetak gol bagi timnya Wisma Gladiul, ia bermain bola tanpa menggunakan kaki palsu, sungguh manusia hebat yang alloh ciptakan ditengah kekurangan yang dia miliki :') selain itu Agus juga pintar bercocok tanam, dan ia mengambil ekstrakulikuler Hortikultura.
  
Agus, berbaju biru. (kegiatan Hortikultura)
Saeful mempresentasikan hasil Forum Discussion Group ( FGD) [25-06-2013]
Ini adalah Saeful, siswa Handycraft yang berasal dari Bogor. Ia adalah imam solat bagi kawan-kawannya di BRSPC, bacaan Al-Qurannya bagus dan tartil bahkan saya pun kalah, yaa itulah keagungan Alloh SWT selalu menyematkan kelebihan diantara kekurangan seseorang. 








Kegiatan Rutin setiap Hari Kamis, Yaasiinan, pemandu acara dan pembaca quran dilakukan secara bergiliran ke setiap wisma.
Selain itu setiap hari Jumat dilaksanakan kelas musik, bagi para siswa difable mereka menyanyi lagu-lagu yang mereka sukai, sementara untuk siswa tunarungu mereka menari mengikuti intrusksi dari instrukur. 
 
Ini adalah Yopi dan Ray yang paling jago breakdance, keren abiss :D ada diki, wawan juga rahayu yang jago ngedance juga  mereka ini adalah tunarungu tapi talentanya luar biasaa, subhanalloh, ayo mau belajar dance bisa belajar sama mereka ^6^
 
 

Foto Bersama Siswa-siwa BRSPC, Peksos dan Mahasiswa PMI 2010 usai pertandingan Futsal dalam rangka menyambut bulan Suci Ramadhan dan Hari Kemerdekaan RI ke 68

" bahwa hidup itu harus selalu bersyukur atas apa yang kita miliki, karena dibalik kekurangan ada kelebihan dan dibalik kesulitan ada segudang kemudahan :)
Jangan pernah memandang seseorang hanya dari tampilan fisiknya saja, karena dibalik kekurangan fisik mereka terdapat sejuta talenta yang Alloh berikan , semangat terus belajar, optimis, sabar dan ikhlas adalah kunci kehidupan yang harus kita pegang erat, betapa diri ini kecil dihadapan-Nya, sebagai hambanya kita hanya bisa menjalankan perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya serta  terus memperbaiki diri bahwa untuk hidup menjadi sukses tidak kita dapatkan secara cuma-cuma.
Selalu Tersenyum dan berikan energi positif bagi sekeliling, hidup indah bila kita bersyukur atas apa yang kita miliki dan tebar kasih sayang di Galaksi Bima Sakti :) "


=== Dari mereka kami belajar arti kehidupan ===


3 komentar: